SLEMAN, BPOST - Warga Yogyakarta, khususnya di Desa Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, Minggu (23/1), sempat heboh. Pasalnya, terjadi fenomena unik di lokasi persawahan di desa itu.
Padi di persawahan itu ambruk dan membentuk pola lingkaran yang sangat rapi. Menariknya, pola itu seperti sengaja dibuat manusia. Istilah ilmiah untuk fenomena ini biasa disebut dengan istilah crop circles atau lingkar taman.
Basori.(41), warga yang rumahnya berada di utara sawah itu menceritakan, pada Sabtu malam sekitar pukul 22.30, dirinya mendengar suara gemuruh layaknya suara helikopter mendarat. "Suara itu terdengar sekitar 30 menit. Tapi saya tidak gubris suara itu. Saya pikir itu suara helikopter lewat," tuturnya. Hal itu dialami oleh Ayu Rukini (32), istri Basori. "Sayajuga mendengar suara itu. Waktu itu saya dan suami sedang menonton televisi. Saya mengira tentara Angkatan Udara sedang latihan," terangnya.
Fenomena ini diketahui pertama kali oleh Yudi (20). "Sekitar pukul lima pagi tadi, saya berangkat kerja. Sewaktu melewati sawah ini, saya melihat padipadi ambruk tapi membentuk pola yang rapi," kata Yudi. Tapi Yudi menyanggah keterangan Basori, tentang suara gemuruh yang terdengar semalam. Yudi yang tadi malam nongkrong di depan rumah Basori sampai pukul tiga pagi, tidak mendengar suara apa pun.
"Bahkan semalam tidak ada hujan atau angin. Tahu-tahu tadi pagi sudah terbentuk pola ini (lingkaran) di tengah sawah," imbuh Yudi. Fenomena ini dapat dilihat dengan jelas, dari puncak bukit di utara sawah. Warga setempat menyebut bukit itu Gunung Suru. Puluhan warga menaiki Gunung Suru untuk melihatnya. Meski hujan turun dan jalan ke punak bukit sangat licin, tidak membuat antusiasme warga melihat fenomena ini. "Apakah ada UFO mendarat di sini? Saya tidak tahu pasti. Yang jelas ini adalah kebesaran Allah. Mungkin Allah memperingatkan manusia untuk menjaga alamnya," kata Syamsul Bahri (37), warga Beloran, Madurejo, Prambanan, Sleman, yang mengaku penasaran sehingga sengaja datang melihat dari puncak Gunung Suru.
Jauhari (34), warga Kebondalem, Madurejo, Prambanan, Sleman, yang rela jatuh bangun karena licinnya jalan menuju puncak Gunung Suru, berujar. "Ini seperti fenomena pendaratan UFO, yang sering dibahas di televisi. Tapi saya tidak tahu apakah benar adanya. Hanya Allah yang tahu sebabnya," ucapnya. Fenomena misterius semacam ini sering dijumpai di beberapa tempat di dunia ini.
(BanjarmasinPost edisi Senin, 24 Januari 2011)







0 comments:
Post a Comment