apabila anda menemukan teks atau gambar yang tidak termuat harap secepatnya hubungi saya di fikry_blog@yahoo.co.id

Tuesday, January 25, 2011

Tahun Ini Ada Matahari Kemba


BERDASAR ramalan su­ku Maya, tahun depan, bumi akan kiamat dengan adanya supernova (ledakan bintang di galaksi). Para pakar dari berbagai negara membantah ramalan itu dengan teorinya masing-masing.
Terlepas dari polemik itu, Fisikawan University of So­uthern Queensland, Austra­lia, Brad Carter meyakini pa­ds akhir tahun ini supernova itu terjadi, meski tidak me­nyebabkan kiamat. justru akibat ledakan itu, bumi akan memiliki 'dua'matahari. Pa­salnya, bintang yang mele­dak itu adalah bintang paling terang di malam hari.
"Supernova itu akan meng­hadirkan pertunjukan cahaya yang paling terang sejak pla­net bumi terbentuk. Malam akan terang seperti Siang se-lama satu minggu hingga dua
minggu," ujar Carter, Minggu (23/1).
Bintang yang meledak itu adalah Betelgeuse --berada di konstelasi Orion-- yang ber­jarak 640 tahun cahaya dari
bumi. Saat ini bintang merah super-raksasa itu sedang me­nuju akhir hayatnya yang be­rupa ledakan.

Kapan itu terjadi? "Pre­diksi saya akhir tahun ini. Namun jika meleset, akan meledak beberapa juta tahun ke depan. Dia meledak jika kehabisan bahan bakar di tengahnya," tegas Carter.
Konon, nama Betelgeuse diambil dari Bahasa Arab Yad Aljauza (tangan Aljauza) yang menggambarkan sosok perempuan pengatur alam.
"Meski bisa dikaitkan de­ngan ramalan kiamat suku Maya, supernova:Betelgeuse itu tidak membahayakan bu­mi," kata Carter sebagaima­na dikutip dari daily mail.

Meski mengamini peneli­tian Carter, pakar astronomi Amerika Serikat Phil Plait menyaksikan munculnya matahari kembar.
Pasalnya, Betelgeuse ter­bentang di jarak 625 tahun cahaya dari numi. Suatu wi­layah di luar jarak ideal untuk menikmati siraman cahaya supernova sejauh 25 tahun cahaya.
Pada tahun lalu, para ilmu­wan juga digegerkan oleh pe­nemuan 'matahari kembar' oleh Badan Luar Angkasa Eropa (ESA). Fenomena itu tertangkap oleh Teleskop Herschel.

Dalam rekaman teleskop itu, ada bintang raksasa yang diperkirakan sebagai embrio bintang terbesar dan tercerah di galaksi dalarn ratusan ribu tahun mendatang,.
Calon bintang raksasa ter­sebut sudah memiliki massa sekitar delapan hingga sepu­luh kali lebih besar dibanding massa matahari dan dikeli­lingi banyak material.
Bila gas dan debu berja­tuhan di bintang tersebut, objek itu berpotensi menjadi salah satu objek raksasa da­lam Galaksi Bima Sakti. Bin-tang itu juga diyakini bakal berpengaruh terhadap ling­kungan.

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih Atas Kunjungan Anda, Semoga Anda Bisa Meluangkan Waktu Untuk Mampir Kembali Kesini

Attention !!!

Attention !!!
Bantu saya memperbaiki blog ini. Hubungi saya jika Anda menemukan konten yang rusak/tidak terbaca. Silahkan beritahu kami dengan menulis pesan pada kotak komentar atau pada guestbook kami. Kami akan berusaha menanggapi dan memperbaiki konten tersebut secepatnya. Terima Kasih.

Contact me if you find content that is damaged or unreadable. Please let us know by writing a message in the comments box or on our guestbook. We will try to respond to and improve the content as soon as possible. Thank You. Have a question ? Contact on : fikry_blog@yahoo.co.id