Kebanyakan remaja putri sering
ngerasa gelisah bin uring-uringan pas mau dateng bulan. Malahan sampe ada yang
minum kiranti atau feminax . Tapi untuk bulan yang satu
ini, kayaknya nggak perlu deh uring-uringan. Apalagi sampe grasak-grusuk nyari
obat. Justru kita kudu sambut dengan gembira kedatangan bulan yang satu ini.
Nggak cuma buat anak cewek, tapi untuk semua-mua. Remaja-remaji, tua-muda,
kakek-nenek, pedagang-pembeli, baik pengemis maupun selebritis. Karena di bulan
ini bakal ada obral gede-gedean. Suer!
Asli. Kita nggak bo'ong. Di bulan
Ramadhan yang udah di pelupuk mata itu, kita temui bakal ada obral pahala
gede-gedean yang jadi ciri khas bulan mulia ini. Coba bayangin, di bulan suci
ini pahala kebaikan kita akan dilipatgandakan. Kalo kita ngerjain ibadah
sunnah, dapet pahala ibadah wajib. Sedangkan pahala ibadah wajib,
dilipatgandakan sampe 700 kali dari biasanya.
Udah gitu, puasa ramadhan
dijanjikan Allah akan menghapus dosa-dosa kita yang lalu. Dan di sepuluh malam
terakhir bulan ini ada ‘door prize' spesial, lailatul
qadar . Yang lebih baik dari seribu bulan. Tuh, gimana nggak seneng
coba? Makanya jagain yuk!
So, nggak baik kalo cuma bengong
setelah baca tulisan ini. Buruan, jangan sampe ketinggalan. Selagi masih ada
waktu, segera persiapkan diri kita untuk menyambut datangnya bulan mulia yang
cuman satu bulan dalam setahun. Iiih…..jadi nggak sabaran pengen cepet-cepet
hari-'H', jam-'J', dan detik-'D'!
Bekal yang kudu kita siapkan
Sobat muda muslim, rugi abis deh
kalo kita ngerasa nggak ada yang istimewa di bulan ramadhan. Soalnya cuma di
bulan ini banyak pahala yang dilipatgandakan untuk setiap kebaikan dan banyak
dosa yang diampuni. Makanya pantas banget kan kalo setiap detik di bulan Ramadhan ini
kita isi dengan beramal sholeh. Karena itu banyak yang kudu kita persiapkan:
fisik, mental, dan ilmu. Catet ya!
Persiapan fisik . Nggak salah kan kalo banyak aktivitas ibadah di bulan
ramadhan ini yang menyita tenaga kita lebih banyak. Setiap hari mulai dari
terbit fajar sampe terbenam matahari. Sementara siangnya kita juga tetep harus
beraktivitas seperti biasanya. Ya kerja, kuliah, atau sekolah. Belum lagi
aktivitas ibadahnya. Shalat tarawih yang rakaatnya banyak, tilawah quran,
silaturahmi ke sodara, ikut sanlat atau kajian Islam, dsb. Pokoknya bejibun
deh. Itu sebabnya, jangan sampe deh, mentang-mentang puasa kita jadi nggak
produktif.
Biar nggak gempor, fisik kita bisa
dilatih dengan berolahraga kaya jjs alias jalan-jalan shubuh. Tapi mohon dengan
hormat untuk tidak ada acara campur-baur cewek-cowok lho. Selain olahraga,
istirahat yang cukup juga kudu terpenuhi.
Tapi juga jangan berlebihan.
Mentang-mentang tidurnya orang puasa dapet pahala, seharian tidur mulu. Ih, malu
dong ama sang mentari yang melek terus. Nah lho. Jadi kudu ati-ati tuh.
Persiapan mental . Ini nih yang rada-rada susah.
Banyak dari kita yang gagal dalam menahan hawa nafsu. Kita kudu pandai-pandai
mengendalikan diri. Meski digodain ama adek kita yang asyik jilatin es krim conello rasa
capucino
di tengah terik panas siang hari, tapi kita tetep tahan godaan.
Oya, buat teman cewek, hati-hati
lho. Fakta menunjukkan banyak kaum hawa yang mulutnya puasa dari lapar dan
haus, tapi nggak untuk urusan gosip…gosip…gosiiip…. Jadi IWAPI lho, alias Ikatan
Wanita Penyebar Isu .
Puasa kamu memang nggak batal
dengan ngegosip, tapi pahalanya bisa berkurang karena ngomongin kejelekan orang
lain alias ghibah. Nah, biar kita nggak gampang tergoda, alihkan perhatian kita
dengan ikut kegiatan keislaman yang marak di bulan ini. Selain dapet pahala,
bisa mengalihkan kita dari hal-hal yang memancing nafsu kita. Tul nggak?
Oya, kamu juga kudu persiapan
ilmu, lho. Kita khawatir banget kalo aktivitas kita di bulan ramadhan ternyata
sia-sia kalo nggak tahu ilmunya. Niatnya amal sholeh, malahan jadi amal salah.
Berabe khan. Makanya jangan bosen bin bete ngikutin acara-acara pengajian atau
sanlat. Banyak ilmu bermanfaat yang bisa kita peroleh. Kita jadi tahu
rambu-rambu dalam berpuasa. Ada
hal-hal yang membatalkan puasa, tapi nggak sedikit yang hanya membatalkan
pahala puasanya aja.
Dan yang terakhir, rasanya plong
jika kita masuki bulan Ramadhan dengan hati bersih dan lapang. Alangkah
mulianya jika menjelang Ramadhan kita minta maaf kepada orangtua. Minta ampunan
jika telah berbuat durhaka kepada mereka. Saling memaafkan juga berlaku buat
temen-temen kita. Sudah siap? Tariik maaang!
Ladang pahala
Sobat muda muslim, meski secara
fisik kita diwajibkan untuk menahan rasa lapar dan haus, plus menghindari
perbuatan maksiat, namun bukan berarti kita juga kudu puasa dari aktivitas amal
shaleh. Mulut boleh istirahat dari mengunyah makanan seharian, tenggorokan
boleh kering, perut boleh keroncongan menahan lapar, tapi semangat untuk beraktivtas
mulia kudu tetap menyala. Banyak ladang pahala selain shaum yang bisa kita
peroleh di bulan puasa.
Ba'da shalat shubuh, di sela-sela
waktu senggang kita di siang hari, atau ba'da shalat malam bisa kita isi dengan
tilawah quran.
Diriwayatkan dari Abdullah bin
Amru, bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda: “Shaum dan Quran itu
memintakan syafaat seseorang hamba di hari Kiamat nanti. Shaum berkata : Wahai
Rabbku,aku telah mencegah dia memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di
siang hari, maka berilah aku hak untuk memintakan syafaat baginya. Dan berkata
pula al-Quran : Wahai Rabbku aku telah mencegah dia tidur di malam hari (karena
membacaku), maka berilah aku hak untuk memintakan syafaat baginya. Maka
keduanya diberi hak untuk memintakan syafaat.” ( HR
Ahmad, Hadits Hasan)
Nah, kita bisa tuh selalu
menyediakan al-Quran kecil di tas, di atas meja belajar, atau di kamar kita.
Biar gampang nyari kalo mau baca. Bukan buat dipelototin. Apalagi cuma
pajangan.
Kurang lengkap rasanya kalo
menjalankan kewajiban puasa tanpa diikuti dengan shalat tarawih di malam
harinya. Banyak keutamaan yang bisa diperoleh dengan shalat tarawih. Mulai dari
pengampunan dosa sampai Allah permudah jalannya menuju surga. Maka selain
puasanya harus full , tarawihnya juga jangan sampai berlubang. Di sepuluh
malam terakhir kita bisa ber-'itikaf yakni berdiam diri di masjid dengan niat
beribadah pada Allah Swt.
Atau
bisa juga kita ngadain buka bersama, aksi sosial pemberian pakaian bekas, atau
bazaar sembako murah meriah. Lebih oke lagi kalo kita mengadakan sanlat. Baik
di sekolah maupun di lingkungan sekitar rumah. Kapan lagi orang punya semangat
beribadah selain di bulan penuh berkah ini. Betul?
Oke
deh sobat. Kayaknya nggak pantes deh kalo kita cuma melewatkan hari-hari di
bulan suci dengan nongkrong di pinggir jalan, seharian main gim, halma,
monopoli, catur, karambol atau kegiatan lain yang miskin nilai ibadahnya. Moga
puasa semua kita berkah. Memanen pahala, menghapus dosa. Berangkaaat. [hafidz]
Box:
Khotbah Rasulullah Menjelang
Ramadhan
Untuk
menambah semangat kita dalam menjalankan ibadah puasa, coba simak hadis yang
cukup panjang berikut yang berisi khotbah Rasulullah saw. menjelang bulan
Ramadhan. Khotbah ini diriwayatkan Imam Ali r.a: “Wahai manusia, sungguh telah
datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat, dan maghfirah,
bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang
paling utama, malam-malam di bulan Ramadhan adalah malam-malam yang paling
utama, jam demi jamnya adalah jam yang paling utama.
“Inilah bulan yang ketika engkau
diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Pada bulan ini napasmu
menjadi tasbih, tidurmu menjadi ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu
diijabah. Bermohonlah kepada Allah, Rab-mu dengan hati yang tulus dan hati yang
suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan saum dan membaca kitab-Nya.
Sungguh celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah pada bulan yang
agung ini.
“Kenanglah rasa lapar dan hausmu
sebagaimana kelaparan dan kehausan pada hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum
fuqara dan masakin. Muliakan orangtuamu. Sayangilah yang muda. Sambungkanlah
tali persaudaraan. Jaga lidahmu. Tahan pandangan dari apa yang tidak halal kamu
memandangnya. Dan tahan pula pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu
mendengarkannya.
“Wahai manusia! Barang siapa di
antaramu memberi makan untuk berbuka kepada kaum mukmin yang melaksanakan saum
di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak
dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. Para sahabat bertanya, ‘Kami
semua tidak akan mampu berbuat demikian.' Lalu Rasulullah melanjutkan
khotbahnya. Jagalah diri kalian dari api neraka walau hanya dengan sebiji
kurma. Jagalah diri kalian dari api neraka walau hanya dengan setitik air.
“Wahai manusia! Barang siapa yang
membaguskan akhlaknya di bulan ini, dia akan berhasil melewati
shiraatalmustaqim, pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Barang siapa yang
meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya dan membantunya
di bulan ini, maka Allah akan meringankan pemeriksaannya di hari kiamat.






0 comments:
Post a Comment